JTJ Trip on May: Air Terjunnya Kering, Mbak!

Berwisata ke air terjun, bahkan saat musim masih pancaroba (belum sepenuhnya kemarau), ternyata adalah keputusan yang salah.

Kesimpulan itulah yang saia ambil saat kami akhirnya tak menemukan tanda-tanda air mengalir di Air Terjun Tahunan, bagian timur Pantai Parangtritis, Bantul. Saia sendiri sempat ngotot dan berharap air terjun itu gak kering, karena beberapa hari sebelumnya hujan deras sempat mengguyur Jogja secara merata (kurang lebih demikian pantauan saia melalui Twitter) setelah seminggu lebih tidak hujan. Ternyata derasnya hujan yang merata itu tak cukup untuk membuat air terjun kembali ‘basah.’ Jadilah saia merasa tak enak dengan temans JTJ (Jilbab Traveler Jogja) yang sudah saia kompori untuk ke tempat ini. Apalagi kami sengaja pergi pagi-pagi, mengingat tak hanya satu tempat yang hendak kami datangi. Akhirnya kami rehat sejenak sambil menikmati angin laut selatan untuk kemudian melanjutkan perjalanan.

Tujuan kedua memang masih di Bantul, tapi rupanya butuh waktu hampir satu jam untuk mencapai tempat ini. Dari Parangtritis kami menuju Kebun Buah Mangunan (KBM), di mana jalan yang kami tempuh tepat berada di pinggir Kali Opak. Jalan ini tembus ke pertigaan, yang jika ke kanan ke arah Panggang (SPN Selopamioro), ke kiri menuju Jl. Imogiri Timur. Kami belok kiri. Tiba di Jl. Imogiri Timur, tinggal ikuti saja papan petunjuk yang sudah tersedia.

Biaya masuk KBM sebesar Rp. 5.000/orang. Seingat saia kendaraan tak dikenai biaya di sini. KBM adalah kompleks perkebunan buah di area perbukitan. Sebelum menyusuri jalur perbukitan, dapat kita lihat embung/kolam besar yang digunakan beberapa orang untuk memancing ikan, serta mainan anak-anak. Sepanjang jalur tersebut memang ada beberapa pohon jambu biji, tapi masih pendek-pendek. Sepertinya belum lama ditanam. Secara keseluruhan, tidak banyak buah yang kami lihat di sana. Memang ada pohon jeruk, tapi buahnya pun masih kecil-kecil. Saia pribadi hanya terkesan dengan meander Kali Oyo yang subhanallah epic banget 🙂 spot di mana kita bisa menikmati meander tersebut juga jadi ‘studio foto’ favorit setiap orang yang berkunjung ke sana.

Image

belum lama perjalanan di KBM dimulai

Image

subhanallah epic view!

Image

Tujuan terakhir kami hari itu (Kamis, 9 Mei 2013) adalah hutan pinus yang dapat ditempuh hanya dengan kurang lebih 10 menit perjalanan dari KBM. Hampir setiap orang yang berkunjung ke KBM melanjutkan tamasyanya ke hutan ini, atau dengan pola sebaliknya. Di sini kami hanya membayar parkir motor sebesar Rp. 2.000/motor. Kalau mobil, saia kurang tahu hehe… Biasanya maksimal Rp. 5.000/mobil. Hutan pinus ini sebenarnya luas, yang di bagian tanahnya dipenuhi tumbuhan pendek yang saia tak tahu namanya hehe… Bagian yang dapat dinikmati pengunjung adalah hutan yang bagian bawahnya bersih dari tumbuhan tersebut, alias hanya tanah biasa, yang luasnya kurang lebih 2 – 3 kali lapangan bola. Setelah berpanas-panasan di KBM, hutan pinus adalah tempat yang pas untuk ngadem. Pucuk-pucuk pohon pinus yang hampir rapat membuat tak banyak sinar matahari yang masuk, meski gak gelap juga sih… Keeksotisannya membuat hutan ini digunakan untuk berbagai keperluan fotografi, baik foto serombongan bersama teman-teman atau berdua saja bersama pasangan alias prewed.

Image

ademnya pinus

Mbolang bulan depan ke mana lagi nih?? 🙂

Image

jangan cuma diinjak, difoto juga! 🙂

Image

rapet

Image

bunga pinus

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s