Didoakan Dhuafa

Salah satu hal yang membahagiakan buat saia adalah didoakan dan disenyumi kaum dhuafa, setelah saia memberikan apa yang saia miliki, secukupnya dan semampu saia, kepada mereka.

“Semoga berkah, mbak.”

“Semoga lancar rejekinya.”

Pernah juga,

“Mbak, gak salah kasih segini?”

Saia gak bilang bahwa saia ahli sedekah. Saia belum termasuk orang yang berani mengeluarkan uang dengan nominal terbesar dalam dompet saia saat kencleng/kotak amal diedarkan atau saat kaum dhuafa datang.

Saia bukan tak percaya akan balasan Allah yang beratus kali lipat besarnya. Mungkin iman saia belum se-mumpuni itu dan cinta saia pada dunia masih tebal.

Pun saia gak tega kalau hanya mengeluarkan beberapa keping recehan 100 perak, saat misalnya saia berada di dalam ruangan atau mobil ber-AC sedangkan dhuafa tadi berjalan kaki hanya dengan sandal jepit, berpanas-panas, mengais rejeki. Kurang pantas aja, gitu.

Saia yakin surga gak semurah dan segampang receh 100 perak.

Perkara doa-doa itu tulus atau tidak, saia gak mau mikirin, khawatir nantinya saia terjebak pada su’udhon dan malah merusak pahala amal saia. Biar itu Allah saja yang tahu.

Btw, doa yang belum pernah saia dengar dari kaum dhuafa adalah, “Semoga cepat dapat jodoh, mbak.”

#eh  #ngarep

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s