Jualan Tanpa Harga

Orang Indonesia itu umumnya pekewuh (bhs. Jawa), rikuh, perlu muter-muter dulu, alias tidak to the point kalo ngomongin uang, termasuk yang akan saia bahas kali ini, yaitu harga suatu barang atau jasa, thus the tittle of this post :mrgreen:

Repotnya, hal ini terjadi dalam beberapa perniagaan, baik barang ataupun jasa, baik di dunia nyata ataupun virtual. Yang saia maksud perniagaan di sini khususnya yang terjadi di pasar yang cenderung modern, bukan di pasar tradisional yang memang masih menjunjung tinggi komunikasi antara pedagang dan pembeli.

Jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan, “Kenapa juga sih harganya gak langsung disebutin?” belum saia temukan.

Padahal oh padahal, harga adalah pertanyaan yang hampir pasti pertama kali diajukan calon konsumen saat melihat barang idamannya tidak memiliki label harga. Selain itu, sama sekali gak repot lho untuk menuliskan/mengetikkan harga di stiker label harga, di situs, brosur, atau media iklan lainnya.

Memang sih, kadang-kadang ada customer service atau semacamnya yang tugasnya melayani konsumen dan calon konsumen yang penasaran soal harga. Kalaupun ternyata tidak terjadi kecocokan antara si calon konsumen dengan barang/jasa yang diincarnya terutama dalam hal harga, memang itu resiko pekerjaannya. Asal si calon konsumen jangan dituduh PHP aja hehe 😉

Memang lagi, customer service juga lebih efektif dibandingkan hanya selembar stiker label harga, karena ia bisa mempersuasi calon konsumen untuk akhirnya membeli produk tersebut.

Sebenarnya, terbuka sejak awal dengan menyantumkan harga menguntungkan bukan hanya konsumen, tapi juga customer service lho.. Keduanya sama-sama untung karena menghemat waktu dan bisa juga hemat pulsa, terutama kalo misalnya si calon konsumen batal bertransaksi karena harganya kemahalan.

Mungkin, customer service memang tetap diperlukan, tapi pastikan job description-nya tidak termasuk inefisiensi (bukan Vickynisasi loooh :P) pekerjaan seperti yang saia sebutkan di paragraf sebelumnya.

Eh, jadi ngomongin customer service, sih?

Yang pasti, jadi pedagang sebaiknya terbuka aja soal harga. Berdagang kan memang untuk cari uang, cari rejeki. Konsumen dan calon konsumen pasti semakin nyaman bertransaksi dengan pedagang seperti ini.

Advertisements

2 thoughts on “Jualan Tanpa Harga

  1. untuk online shop, kadang harga gak dicantumin di website karena memang harga jualnya fluktuatif (terutama barang impor). repot kalo tiap hari harus revisi harga di website. mending kalo cuma 3-4 produk, kalo ratusan? *pengalaman nyari genset hari ini sama seminggu kemudian bedanya udah 20-an juta.
    T.T

    • Halo Kebon Jahe 🙂
      boleh juga usulan jawabannya utk pertanyaan saia hehe..
      mungkin, utk barang2 yang harganya fluktuatif, bisa ditulis gede2 di header situsnya, atau di bagian manapun yg eye-catching, “harga dapat berubah sewaktu-waktu.” toh begitulah salah satu resiko beli barang impor kan?
      semoga sudah dapet gensetnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s