Jadi Penyiar Radio (?)

Selain menjadi supir antar jemput anak sekolah, cita-cita konyol yang pernah saia punyai kala kecil dulu adalah menjadi pemilik rental komik.

Hehe… Saia gak tahu apakah ini cikal-bakal jiwa bisnis saia *maksa* atau hanya kekonyolan anak-anak semata.

Yang pasti, dulu saia memang salah satu konsumen rental komik, setidaknya sampai masa SMA. Meskipun bukan konsumen setia, yang masih agak-agak menempel di ingatan saia adalah bahwa dulu saia pembaca Candy-Candy (yang epic banget ituuuu), Harlem Beat, Doraemon, Detective Conan, … … Kung fu Komang termasuk gak ya? Kayaknya saia pernah baca komik kung fu yang kocak gitu, tapi lupa judulnya :hammer:

Candy and all the guys around her

Candy and all the guys around her

sumber gambar

Dan khusus komik aja lho, karena dulu saia juga ngerentalnya cuma komik, meskipun di sana tersedia juga novel. Saia gak pernah ngerental novel, mungkin karena saia tipe orang dengan cara belajar visual, jadi lebih suka yang bergambar. Gak masalah sih baca novel, tapi lama… Kalo ngerental novel mungkin duit abis buat perpanjang doang, hehe…

Dan, ada lagi cita-cita konyol saia yang terakhir. Malah, ini lebih dari sekadar konyol, tapi juga gak tahu diri, hehe… Yaitu menjadi penyiar radio!

Semasa kecil sampai kira-kira lima tahun yang lalu saia adalah pendengar setia radio. Frekuensi saia mendengar radio sekarang sudah agak jarang, makanya saia termasuk kudet kalo soal lagu2 terbaru, apalagi kalo soal boyband-girlband Korea & Indonesia hehe…

Salah satu pengalaman yang saia ingat betul seputar saia dan radio adalah, saat sekitar kelas 5 atau 6 SD, saia pernah menelpon suatu stasiun radio di Bandar Lampung, untuk merequest lagu! Lagu dewasa pula hehe… (tentang fenomena anak-anak yang mendengar lagu-lagu dewasa akan saia bahas di postingan lain waktu, insya Allah 😉 ).

Yang membuat pengalaman itu melekat di ingatan adalah saia gak paham bahwa saat menelpon ke radio, volume suara radio dikecilkan. Kalau tidak, jadinya, “Apa Mas? Gak denger! Berisik banget nih” padahal waktu itu sunyi senyap di rumah saia -_-

Kenapa dulu saia pengen jadi penyiar radio? Karena tampaknya pekerjaannya menyenangkan sekali: ‘ngoceh’ terus dibayar!

just an illustration of radio announcer

just an illustration of radio announcer

sumber gambar

Saia pun gak pernah mikirin soal suara yang harus mikrofonis untuk menjadi penyiar radio. Soalnya, saia baru tahu syarat itu setelah dewasa, hehe… Dan seumur-umur saia hidup, baru ada satu orang aja yang bilang suara saia bagus, terutama saat bicara on the phone. Ah, teman yang bilang suara saia bagus itu terlalu ringan memuji 😉

Saia pun pernah dengar rekaman suara saia sendiri, and i have to admit it sounds strange. Atau justru unik? Yang dibutuhkan dunia kepenyiaran? Mungkin semacam wajah unik Tracy Trinita yang laku jadi model? Haha ngimpiiii…

Tapi entah kemudian saia merasa bahwa I’m not talkative enough to be a radio announcer. Saia merasa penyiar radio pastilah orang yang luwes dalam berbicara, dan mungkin saia belum termasuk orang yang seperti itu. Entahlah, mungkin saat itu saia sedang membunuh mimpi saia sendiri. Tampaknya dulu saia belum begitu paham perjuangan meraih mimpi.

Eh tapi, ternyata ada lho stasiun radio yang gaya bicara penyiarnya ‘lempeng’ aja, persis seperti membaca skrip. Saklek, bisa dibilang hampir nol improvisasi. Tidak ada nada bicara ceria untuk membicarakan sesuatu yang memang benar-benar menarik, atau nada-nada bicara lainnya untuk menyesuaikan dengan situasi yang akan disampaikannya ke pendengar.

Mau tau radio apa? Warga Bandung mungkin mengenal radio yang khusus memutar musik bergenre jazz ini. Mungkin saia bisa apply kerja di sana, hehe :mrgreen:

Advertisements

2 thoughts on “Jadi Penyiar Radio (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s