Membahagiakan atau Bermanfaat?

Pilih mana diantara dua pilihan ini:

Membahagiakan orang lain

atau

Bermanfaat bagi orang lain?

Memangnya beda ya?

Setidaknya menurut saia, beda!

Selama beberapa tahun dalam hidup saia, saia pernah terjebak dalam suatu tindakan yang saia pikir akan membahagiakan orang lain, tapi saia lupa bahwa saia juga harus bahagia. Nggaklah, bukan berarti saia selfless sampek mengutamakan kebahagiaan orang lain instead of kebahagiaan saia sendiri. Kadang ada kalanya saia pun merasa perlu mewujudkan kebahagiaan saia sendiri, terutama untuk kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang sifatnya sementara.

Maksud saia membahagiakan orang lain terutama adalah untuk tujuan-tujuan besar dalam hidup. Ini yang tidak saia miliki selama beberapa tahun itu. Cita-cita, mimpi, atau apapun lah namanya. Saat itu saia merasa hidup ya berjalan aja. Memang sih, ada cita-cita, tapi gak ada aksi konkrit untuk mencapainya. Menyangka bahwa saia akan dengan mudah mencapai cita-cita. Lugunya saia. Atau lebih menohoknya lagi, bodohnya saia.

Suatu perenungan panjang akhirnya menyadarkan saia, bahwa saia juga harus bahagia. Cara untuk mewujudkan kebahagiaan saia adalah: (1) menyadari sepenuhnya bahwa sebagai manusia, sudah seharusnya saia memiliki tujuan hidup, tentu tujuan hidupnya yang diridhoi oleh-Nya ya.. (2) bekerja keras dan bekerja cerdas untuk menuju destinasi tersebut, si cita-cita.

Berarti, gak perlu lagi dong membahagiakan orang lain? Berarti saia egois dong?

Kini saia berprinsip, membahagiakan orang lain alangkah lebih baik jika saia pun bahagia melakukannya. Jika saia ikhlas dan tidak terpaksa melakukannya. Jika tindakan itu tidak menghilangkan arti saia sebagai seorang manusia. Percuma dong saia ‘repot-repot’ membahagiakan orang lain, tapi saia cuma dapet ‘nilai’ dosa?

Jadi, saia kayak pedagang ya, gak mau rugi?

Bisa jadi, bisa jadi! *eat bulaga style* Kalau saia ikhlas dan bahagia saat membahagiakan orang lain, insya Allah ada nilai ibadahnya dong? Dapet pahala, kan? Hidup itu singkat masbro, mbaksis… Kapan lagi mau ngumpulin pahala? *tsaaaaaah* Gitu aja sih saia mikirnya. Btw jangan salah, setiap pedagang memang gak mau rugi, tapi ada kalanya dia harus rugi, untuk mendapatkan untung besar di kemudian hari, betul tidakkk? 😉

Image

Pinjam dari sini: http://bit.ly/1cQ61o9

Kini, bagi saia yang lebih penting adalah gimana saia bisa bermanfaat untuk orang lain. Misalnya, dengan berbagi, salah satunya dengan bersedekah. Orang lain merasakan manfaatnya, saia pun mendapat pahala. Insya Allah, Allah memudahkan urusan-urusan saia. Atau dengan tindakan-tindakan lain yang juga tak kalah manfaat dan pahalanya.

Dan bukankah hadits Rasulullah (riwayat Thabrani & Daruquthni) menyebutkan bahwa, “… Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia”? 😉

Advertisements

6 thoughts on “Membahagiakan atau Bermanfaat?

    • beda tipiiis sama saia bro.
      membahagiakan orang lain belum tentu membuat saia bahagia, apalagi kalo terpaksa melakukannya.
      bermanfaat buat orang lain pasti membuat saia bahagia, karena saia dan orang lain itu sama2 ‘impas’.
      haha lama2 ribet juga muter2 mikirnya 😀

  1. udah baca panjang2 tapi bigung mau komen apa, takut salah ngomong
    Saya harus komentar apa yak? 😛
    menurut saya yang namanya hidup itu pertukaran setara
    motto hidup saya adalah life is equivalent trade
    klo kita melakukan yang terbaik untuk orang lain insyaallah kita juga akan mendapatkan yang terbaik dari orang lain
    entah dari orang itu juga, atau dari hal atau kejadian yang tanpa kita duga
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s