Kemiskinan, Rokok, dan Prioritas

Orang yang berpenghasilan pas-pasan tapi merokok, menurut saia, punya masalah tentang prioritas dalam hidupnya dan tentang dirinya sendiri sebagai manusia. This might be a little judgmental, tapi saia bener2 gak habis pikir soal itu. Kurang bukti dan informasi apa dia kalo merokok itu bahaya untuk kesehatan? Sepanjang hidupnya dia pasti bersinggungan dengan berbagai media iklan mengingatkan bahaya rokok.

Berhenti merokok atau berhenti bernapas!

Sudah tahu gaji mepet UMR, mbok ya o investasikan untuk tujuan yang lebih baik dan bermanfaat. Kalo perlu ngirit biar bisa nabung. Gak bisa ngirit? Kasih semua duitmu ke mbokmu! Memangnya mau seumur hidup jadi orang bayaran alias mbabu sama orang? Memangnya mau seumur hidup disetir orang? Gak menantang kali lah hidupmu!

Rasa-rasanya, sebelum seseorang mulai merokok, dia harus belajar dulu soal prioritas hidup, kalo perlu sampe lulus S3. 

Tapi, bukan pula saia membenarkan yang kaya saja yang boleh merokok. Merokok, whether you’re poor or rich, is always a bad decision. ALWAYS.

Membelanjakan uang untuk sesuatu, apapun itu, yang merusak diri sendiri (khususnya), is NEVER a good decision.

Sesekali gak papa kan?

Pasti tahu dong kalo rokok punya zat adiktif? Makanya sekali coba langsung ‘putus’ itu rasanya hampir gak mungkin. Yang sering didengar adalah orang-orang yang menggunakan berbagai cara untuk talak 3 dengan barang yang sudah diharamkan MUI itu.

Apalagi kalo sudah diperingatkan Allah dengan batuk-batuk setiap hari, tapi masih ‘ngeyel’ ngerokok, mungkin dia sedang berinvestasi untuk kematiannya.

Saia kejam? Gak juga.. Cuma itu aja, ‘gak habis pikir.’

Pemandangan lain yang juga menggemaskan alias bikin saia ‘gak habis pikir’ adalah seorang Bapak yang berjalan2 dengan keluarganya, sambil mengapit rokok di jemarinya. Dia langsung tiga kali lipat berinvestasi merusak kesehatan: dirinya sendiri, istrinya, dan anaknya. Silakan kalikan jumlah ‘kali lipat’-nya kalau anaknya lebih dari satu.

Sambil menyelam minum air, gitu? Kelelep, bro!

Smoking kills. Full stop.

Advertisements

6 thoughts on “Kemiskinan, Rokok, dan Prioritas

    • Alhamdulillah, selamat Pak, tetap sehat tanpa mengikuti mainstream yg ngerokok. Klo sy sendiri susah minta org lain yg sedang ngerokok di dekat sy utk mematikan rokoknya, atau utk cari tempat merokok lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s