Bersih Sampah Visual

Diantara segala keriuhan pemilu yang kurang dari 2 bulan lagi itu—mulai dari caleg yang berlomba-lomba memanfaatkan bencana sebagai momen perkenalan kepada para konstituennya, Angel Lelga yang kikuk menjawab pertanyaan Najwa Shihab, kampanye (terselubung?) taipan media slash capres berbulan-bulan sebelum 9 April nanti yang dianggapnya bukan kampanye, dan lainnya yang memenuhi ruang dengar dan ruang pandang kita beberapa bulan ini—saia lebih memilih yang ini:

Image

bersih sampah visual!

Foto tersebut diambil di jalan yang hampir setiap hari saia lewati menuju kantor, di Padukuhan Pikgondang, Sleman, Yogyakarta. Tepatnya Jl. Pandega Sakti terus ke arah timur.

Apakah ini pertanda kegolputan?

Saia tidak melihatnya demikian. Alih-alih, saia melihatnya sebagai suatu bentuk kesadaran dan protes (sebagian kecil) masyarakat yang bosan melihat bertebarannya sampah-sampah visual yang memajang foto orang-orang yang umumnya sama sekali tidak dikenal sebelumnya, kemudian mak bedunduk meminta perhatian kita untuk dipilih saat pemilu nanti.

Tentu kita berhak menjaga mata kita dari apa yang tidak ingin kita lihat, kan?

Advertisements