sky.fm, Radio Minim Iklan

Sambil menerjemahkan di kantor, saia paling suka dengar streaming radio. Bukan sembarang radio, tapi ini sky.fm. Mungkin udah banyak yang tau radio ini, tapi saia sendiri baru jadi pendengar setianya sekira sebulan belakangan ini.

tampilan Home sky.fm

tampilan Home sky.fm

Kenapa sky.fm bukan sembarang radio? Mengapa sky.fm berbeda?

Saia tidak tahu apakah ada streaming radio lainnya semacam ini, yang:

1. Terdiri dari beragam channel yang dikelompokkan sebagian besar berdasarkan genre (bahkan subgenre), dan sebagian kecil berdasarkan tahun kemunculan dan negara asal lagu.

Ada channel khusus yang memutar lagu pop, jazz, lagu2 jadul mulai tahun 1960-an, hingga lagu Bollywood dan Israel! Entah apakah radio ini anti-Palestina atau gimana https://i2.wp.com/emoticoner.com/files/emoticons/smiley_faces/boxed2-smiley-face.gif

Dan channel-channel ini bisa difavoritkan lho! *Emang apa gunanya?* Begini, setiap channel yang difavoritkan akan ditandai bintang dan dikelompokkan di sebelah kiri daftar channel. Jadi memudahkan kita untuk mendengar channel yang kita mau.

Tapi, harus sign up dulu untuk bisa memfavoritkan channel. Manfaat sign up lainnya adalah bisa nge-like (gak ada hubungannya sama Facebook, sih..) suatu lagu. Kurang tau juga apa manfaat nge-like lagu. Kesoktauan saia sih berkata, mungkin dari sky.fm-nya ada bikin semacam statistik tentang lagu apa yang populer dan banyak disukai.

channel favorit (bertanda bintang) yang dikelompokkan di sebelah kini

channel favorit (bertanda bintang) yang dikelompokkan di sebelah kini

2. Minim iklan. Sejauh ini saia hanya mendengar tiga iklan di sana: iklan tentang sky.fm itu sendiri, tentang lowongan pekerjaan di sky.fm, dan musisi jazz yang mempromosikan channel Smooth Jazz 24/7. Kurang merhatiin juga sih kalo di channel lain gimana, tapi 2 iklan pertama tadi sepertinya memang iklan wajib untuk semua channel.

Tentang minim iklan ini, saia jadi menduga-duga, bahwa mereka memperoleh pendapatannya dari mereka yang berlangganan sky.fm versi premium yang sama sekali tak ada iklan, dan dari iklan di aplikasi mobile-nya. Biaya berlangganan tentu dengan dolar AS, yaitu 4.99$ per bulan dan 49$ per tahun. Dirupiahin jelas mahal, mungkin kalo hitungan Amrik murah https://i2.wp.com/emoticoner.com/files/emoticons/smiley_faces/afro-smiley-face.gif

3. Minim suara penyiar juga. Serius, jadi yang kita dengar hanya lagu dan iklan yang sedikit itu. Kecuali di Smooth Jazz 24/7, memang ada penyiarnya, tapi dia pun tak banyak cakap yang tak penting. Paling2 hanya memperkenalkan lagu yang akan diputarnya.

Satu channel yang worth mentioning menurut saia adalah Movie Soundtrack. No no no, jangan berharap akan mendengar My Heart Will Go On dari Titanic, Accidentally in Love dari Shrek, atau soundtrack-soundtrack terbaru lainnya *maklum saia produk lama, upgrade-nya lambat heheee * Channel ini menurut saia lebih tepat dinamai Movie Score, karena berisi lagu-lagu latar belakang pengiring adegan film.

Pernah perhatikan score Harry Potter yang ada unsur dentingan piano yang sounds magical itu? *ok, agak lebay* Mendengarnya membuat saia membayangkan mau masuk kastil Hogwarts, hehe… maklum, saia ini orangnya tipe visual, jadi rasanya lebih mantap kalo ada visualisasi bekerja di otak saia. Makanya saia menikmati banget lagu-lagu di channel ini. Kalo pun gak bervisualisasi, saia iseng aja menebak-nebak lagu ini ada di adegan apa.

Atau adegan Jack Sparrow dan kawan-kawannya yang berada dalam kurungan bundar besar dan dikejar-kejar penduduk pulau tempat mereka ditahan, dari film Pirates of the Carribbean: Dead Man’s Chest, yang didukung dengan score yang ok banget  Score yang paling saia tunggu adalah dari Despicable Me 2, membayangkan di tengah-tengah lagu ada yang berseru, “El Macho!” hehe

salah satu score Pirates of the Carribbean

salah satu score Pirates of the Carribbean

Satu hal menarik saia pelajari dari channel ini. Ternyata, seburuk apa pun penilaian suatu film, ternyata score-nya bagus-bagus, setidaknya menurut saia yang hanya bisa menikmati ini 

So, find your favorite channel now! 

Galau Kerja?

Ingatlah mereka ini, bercerminlah pada mereka, dan bersyukurlah.

Orang tua yang tak putus mendoakan.

Penjual Yakult yang berjalan dari satu tempat ke tempat lain, tanpa saia berniat membelinya sama sekali. Bahkan menatap wajahnya untuk memberikan ‘penolakan termanis’ pun saia tak sanggup (dan mungkin tak mau juga).

Pedagang kue moci keliling yang mungkin menyadari 2 hal: (1) bahwa dagangannya bukan sesuatu yang mainstream; dan (2) bahwa ke-tidakmainstream-annya itu beresiko ditolak dagangannya.

Pemungut & pengumpul sampah yang kebetulan salah satu tangannya kurang sempurna, setia berkeliling mencari sampah dengan gerobaknya. 

Ibu pedagang jajanan pasar yang berkeliling tiap sore, menghampiri setiap rumah berbekal kepercayaan diri dan keyakinan jajanannya akan laku, namun hanya mendapatkan penolakan halus dari mereka yang sedang tidak ingin menikmati kudapan di sore hari dan dari mereka yang terganggu dengan kepercayaan dirinya saat  menjajakan dagangannya.

Simbah pedagang koran di lampu merah Demangan yang menolak dikasihani dan lebih memilih korannya dibeli saja (lihat di sini)

Penari-penari di lampu merah, dengan modal seadanya dan bahkan tanpa ada musik pengiring.

Orang-orang yang sebenarnya hanya ingin mencari nafkah untuk dirinya sendiri (mungkin karena enggan menyusahkan anaknya) dan untuk keluarganya, namun seringkali hanya senyum dan penolakan ‘seikhlasnya’ yang mereka dapatkan dari saia.

Dan semoga galau saia mencari nafkah terobati: 

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

(Berulang-ulang dalam QS. Ar-Rahman)